Tampilkan postingan dengan label IDFB Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IDFB Challenge. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Liburan Sebenarnya Adalah .....

Libur itu bagi anak-anak adalah jika bisa pergi kemana saja secara bersama-sama dengan bapak dan ibuknya, meaning bapaknya ngga lagi ada kerjaan dan ibuknya ngga lagi terima pesanan hehehehhehe.... 

Mereka tidak pernah menuntut yang aneh-aneh seperti teman sebaya mereka, yang minta dibelikan mainan kekinian atau dibelikan gadget dengan fitur-fitur canggih yang ditawarkan. Asal tahu saja Mbak Sofi sudah pegang gadget sendiri yang dibelinya pake uang nya sendiri dan kurang dua ratus enam puluh lima ribu ditombokin sama utinya dan bapaknya hehehehhe, lha si adik Galang kalo mainan sudah cukup terima dengan game boy nya yang juga warisan dari mbaknya hehehehehe....

Alhamdulillah masih sewajarnya dan ngga nuntut banget seperti yang saya dengar dari cerita ponakan dan temen-temen mbak Sofi. Malahan bagi mereka jalan-jalan ke toko buku lebih asik, dan terus terang saya dan suami juga doyan banget ke toko buku. Atau sekedar makan di warung soto Cak Har atau paling top makan di McD atau KFC, itu jika di Surabaya. 
Nah kalo keluar kota beda lagi, yang kami cari pasti pantai, kolam renang dan kuliner unik atau wisata yang mengedukasi anak-anak. Dan ternyata mereka cenderung lebih enjoy yang model begini.

Beberapa pekan kemarin kami melakukan beberapa perjalanan singkat dibeberapa kota untuk mengisi hari libur UN. Dan pilihannya adalah ke Blitar disana ada kampung coklat, ini adalah rekomendasi dari teman suami, yang kedua adalah Tuban selain nengok Uti ada pantai baru yang baru ditemukan kata om nya anak-anakku, dan cihui banget katanya. 

Wiiii anak-anak udah ngga sabar. Sementara tutup lapak dulu buat emaknya, dan bapaknya reschedulle semua kegiatannya demi anak-anak. Destinasi pertama kami adalah kota Blitar dengan wisata sejarah tentang Ir. Soekarno presiden pertama kita yang kebetulan bukan lagi tujuan kami karena sudah pernah, kali ini tujuannya wisata kampung coklat, dimana disana komoditi yang ditawarkan adalah segala sesuatu tentang coklat, mulai pembibitan, penanaman, pemrosesan biji coklat serta komoditi yang dihasilkan yang langsung bisa dinikmati disana, setidaknya itu yg kami dengar dari teman suami saya, tapi itu sangat menggoda huaaaa....


Dan benar saja begitu masuk area kampung coklat anak-anak langsung lepas bebas dibawah rindangnya pohon coklat yang sudah tertata rapi dengan beberapa tempat istirahat dibawahnya, serta kolam ikan kecil buat terapi kaki dan beberapa lapak jualan kue, minuman dan maskan serba coklat, serta ada rest area utama yang menjual makanan khas desa

 






Terdapat pula event-event yang berkala dilaksanakan di tempat ini seperti pameran batik khas  karya putra Blitar serta live music setiap weekend dan hari libur nasional.




Alhamdulillah pas kesana ketemu temen yang juga datang berkunjung dari kediri, hai mbak Upik sekeluarga.....


Duh senangnya hari itu, puas banget deh.
Lanjut beberapa hari kemudian kami sekeluarga nengok Uti dan Engkong di kota Tuban, alhamdulillah keluarga di Tuban sehat semua, dan begitu nyampe adik saya langsung bilang kalo ada pantai baru namanya Pantai Cemara, pantainya landai, masih bersih dan anak-anak bisa bermain layang-layang disana. Wiiiihhhh anak-anak yang dengar kalo mau kepantai langsuk bersorak. Keesokan harinya kami baru berangkat, ternyata jaraknya ngga begitu jauh dari rumah, letak pantainya disebelah timur terminal kota Tuban.



Asyiknya, dan karena kami sekeluarga gemar sekali mencoba tempat baru maka mobilitas dengan kendaraan pribadi akan jauh lebih hemat, bagaimanapun sekarang kita pasti berfikir agar bisa bepergian dan bersenang-senang dengan sedikit biaya alias ngirit hehehehehe....maklum semua kebutuhan akhir-akhir ini harus kita tebus dengan harga yang bukannya menurun tapi malah semakin naik, ditambah harga bbm yang nggak jelas mau naik apa turun hehehehhe, maka mobil pribadi adalah pilihan satu-satunya yang reasonable.

Bicara soal mobil, pernah ketika itu pas antri bakso ada mobil mungil baru parkir dan si pengemudi juga mau makan bakso, eh ternyata ibu didepan saya yang dari tadi makan bakso bersama putrinya kenal dan say hello tak lupa cipika cipiki dengan ibu yang barusan dateng, dan pembicaraan lanjutan yang saya dengar bukan nguping ya, si ibu yg datang duluan bilang "wah mobil baru ya mbak?", "iya mbak, masih kredit hehehehhe" sahut si ibu yang baru datang, "eh enak ngga sih bawanya? nyaman ngga mbak?", "nyaman kok mbak, apalagi ni mobil imut cocok buat aku yang imut kekekekke", saya pun melirik, hmmmmm untung imut beneran si ibu ini .....sirik hehehehehe.
Pembicaraan mereka selanjutnya adalah "mobil ini murah lho, irit pula" kata sipemilik mobil menerangkan, dan cerita berakhir karena bungkusan bakso pesanan saya sdh datang. 

Penasaran pas keluar parkiran saya melirik mobil si ibu tadi ooooo ternyata TOYOTA AGYA.....hmmm sudah pasti keluaran toyota juara. Kalo ngga percaya coba deh lihat-lihat disini. Makin pingin untuk ganti mobil lama dengan agya deh. 

Toyota Agya - Exterior - Kini hadir dengan tampilan lebih agresif dan memberikan kepuasan tersendiri saat mengendarai. Sebuahperforma berkendara paling berkualitas di kelasnya.
Ya Allah kabulkanlah yang ini saja silver metallic....aamiin.

Jumat, 31 Januari 2014

IDFB Challenge #14 Olahan Beras dari Pure Green

Pertama dengar challenge ini langsung semangat, dan segera hunting ke supermarket dekat rumah, eh ngga ada. Tidak patah semangat cari di supermarket kedua, ngga nemu juga, mulai kendor nih semangat. Akhirnya ke supermarket ketiga dengan penuh harapan, lha kok ngga ada juga, yaaahhhh.....
Sudahlah, walaupun ngga pake merk Pure Green ngga jadi soal, tapi tetep namanya penasaran karena pingin nyari kok susyeeehhhh, dan lagi orderan lagi rajin mampir ke dapurmamasofi, akhirnya diputuskan mundur. 

Pagi tadi karena ngga ada orderan dan kebetulan tanggal merah, kita sekeluarga mau ngemall, sekalian nuker voucher produk olahan daging yang kapan hari adik galang dapetin pas lomba hias donut. Muter-muter pas pandangan mata nemplok di kemasan Pure Green yang sekiloan, huaaaaaa langsung girang dan ambil dua  kantong, cepetan ngajak anak-anak pulang, padahal belum main dengan puas hehehehehe....


Sepanjang jalan pulang, nyetir sambil mikir, bikin apa ya, lha sudah siang gini, lha kok sekelebatan ingat resep bubur menadonya bu Fatmah Bahalwan, ya sudah bikin ini aja.....
Kewarung bentar, semua ada kecuali sayur bayam sudah ludes dari pagi, ini pun sayuran sudah pada loyo hehehehehe.....ngga ada ikan jambal roti, ikan teripun jadi.
Berikut ini resep bubur Menado ala saya alias ala kadarnya :


BUBUR MENADO

Bahan :
  • 100 gr beras organik Pure Green
  • 1 buah jagung manis, sisir
  • 1 buah ubi
  • 1 buah singkong
  • 1 potong labu kuning
  • 1 ikat kangkung
  • 1 ikat kemangi
  • 25 gr daun melinjo
  • 1 batang sere
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 1/2 sdt garam
  • 1 ltr air kaldu daging
Cara Membuat :
  1.  Kupas ubi, singkong, labu kuning, cuci bersih lalu potong dadu
  2. Siangi sayuran, cuci bersih
  3. Didihkan air kaldu, kemudian masukkan beras aduk-aduk hingga lunak berasnya tapi kondisinya masih utuh, lalu masukkan ubi, singkong, labu kuning, jagung dan garam, aduk-aduk hingga lunak.
  4. Masukkan sayuran dimulai dari kangkung  dan daun mlinjo, masak hingga matang
  5. Masukkan kemangi aduk rata, matikan api, lalu tutup panci selama 10 menit
  6. Sajikan bersama sambal dan ikan teri goreng
RESEP SAMBAL BAWANG

Bahan :
  • 60 gr cabe kecil
  • 150 gr bawang merah
  • 1 sdt garam
  • 100 ml minyak goreng
Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah dan cabe hingga lunak, kemudian haluskan, tapi jangan terlalu halus
  2. Goreng lagi sambal dengan 100 ml minyak, tambahkan garam goreng lagi hingga matang dan tanak, agar awet masukkan sambal dalam wadah tertutup rapat.

Penasaran rasanya, karena pertama kali makan bubur ini pas jaman kuliah tahun 1998 an, itu pun diberi oleh mamanya murid les privat saya yang asli orang Menado, dan ternyata enakkkkkk pedes dan asinnya ikan teri juga pas. Hmmmm benar-benar perjuangan yang ngga sia-sia.

Jumat, 27 September 2013

Guleje Singyogu for IDFB Challenge#12 : Singkong & Yogurt

Bingung mau memberi nama apa sama masakan saya yang satu ini, gegara campur aduk dari berbagai bahan, mulai ikan, singkong, buah lengkeng, buah jeruk dan yogurt. Yup yogurt, bahan yang terakhir ini yang menjadi tantangan buat saya agar bisa mengkombinasikan rasa gurih pedas dengan yogurt yang pasti rasanya kan susu banget, inilah Challenge nya IDFB yang ke-12.


Akhirnya diputuskan nama masakan ini adalah GuLeJe SingYogu, masing-masing mewakili Gurami, Lengkeng, Jeruk, Singkong dan Yogurt.


Setelah buka-buka buku resep, langsung tertarik dengan gurami buahnya chef Rudy Choirudin kebayang pasti rasanya asem manis gurih, cuman disitu tidak ada penggunaan yogurt dan singkong, serta buahnya pake buah kaleng semua, jadi bisa banget kalo kita sisipkan yogurt sebagai ganti bahan cair dalam resep.


Berikut ini resep versi saya :
Bahan :
  • 500 gr singkong, kupas bersih lalu potong-potong
  • 500 gr/1 ekor ikan gurami
  • 150 gr tepung kanji aduk dengan 1/2 sdt garam
  • 150 gr buah lengkeng (kupas dan buang bijinya)
  • 2 buah jeruk (kupas dan iris-iris)
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 bh bawang bombay, iris kasar
  • 5 bh cabe merah, buang bijinya lalu iris kasar
  • 2 sdm saos tomat
  • 1 sdm minyak wijen
  • 1 sdm gula pasir
  • 100 ml air 
  • 100 ml yogurt 
  • 1 sdt maizena, encerkan dengan sedikit air
  • 4 sdm margarin
  • 1 sdt garam
Cara membuat :
  1. Kukus singkong hingga matang, lalu belah menjadi 4 memanjang.
  2. Ikan gurame di fillet ambil dagingnya, cuci bersih lalu potong dadu, duri jangan dibuang.
  3. Lumuri daging dan duri gurami dengan tepung kanji yang sudah diberi garam, goreng dengan minyak banyak dan api besar hingga kering kecoklatan.
  4. Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombay dan cabe, aduk rata, tambahkan gula, garam, saos tomat, dan air. 
  5. Setelah mendidih masukkan buah lengkeng, jeruk, minyak wijen dan larutan maizena aduk, masak dengan api kecil, masukkan yogurt aduk rata lalu daging ikan dan irisan singkong, aduk cepat. Angkat.
  6. Penyajian : tuang masakan diatas duri ikan yang sudah digoreng kering.







Tak sabar saya segera cicip, wow wow wow ternyata enak sekali, rasanya kalo kita coba kuahnya manis, asem gurih dan pedas yang samar saja. Suapan pertama pake daging ikan dan singkong hmmmm enak klop banget. Suapan kedua nano nano rasa lengkeng yang crunchy manis, ada jeruk yang asam manis, nyampur sama ikan dan dinetralkan oleh singkong, ngga nyangka bau susu khas yogurt sirna oleh minyak wijen. Alhamdulillah anak-anak suka karena tidak pedas, tapi setiap piring menyisakan singkongnya hiks hiks.....
Padahal ngga pake nasi nak, ini gantinya singkong hehehehehe.....
Overall saya suka banget karena ini masakan sudah saya ganti cita rasa, Indonesia banget....yuk mareee dicoba dan semoga suka.

Jumat, 31 Mei 2013

IDFB Challenge #10 Kue Berlapis/Layer Cake

Haloooo setoran buat IDFB Challenge #10 Kue Berlapis atau Layer Cake

Selalu setor di detik-detik terakhir deh, aduh kebiasaan buruk yang sulit ilang nih, hmmm......
Bismillahirohmanirohim, sebelum mulai nulis hela nafas dulu, sebab dengan bikin kue ini rasanya level kesabaranku naik satu strip deh, gimana enggak nih kue ngukusnya selapis demi selapis, dari ngadon sampe ngukus lapisan terakhir makan waktu tiga jam, suami yang bolak balik ngingetin gosong nggak tuh kue dari tadi kok ndak mateng-mateng hehehehhe.......blom pak masih separo adonan hiks......

Sebenernya sudah pernah buat kue lapis tapi yang dari tepung beras, dan sukses uenak seperti kue lapis yang sering saya nikmati waktu kecil, jadi nostalgia deh, tapi kali ini pingin buat yang dari tepung kanji, resep seperti biasa saya nyontek punya mbk Hesti my work of art yang kaya akan resep-resep kue tradisional, makasie ya mbak sudah share resep yang enak-enak dan anti gagal, jadi suka dengan hasilnya. Awal mula muncul kue lapis ini dimana juga ngga jelas, tanya ke ibu juga ngga tahu, tiba-tiba ada aja....


Berikut resepnya :

Kue Lapis Kanji 
Bahan :
  • 300 gr tepung kanji
  • 150 gr tepung terigu
  • 400 gr gula pasir
  • 1200 cc santan kanil dari 2 butir kelapa
  • 1 sdm garam
  • 30 gr coklat bubuk
 Cara membuat :
  1. Campur tepung kanji, tepung terigu, gula pasir dan garam kemudian aduk rata, tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk terus supaya gula larut, kemudian saring
  2. Bagi adonan menjadi dua, kurang lebih masing-masing adonan 900 cc, tambahkan coklat bubuk kedalam salah satu adonan. Agar cepat nyampur ambil sedikit adonan di mangkok kemudian tambahkan coklat bubuk aduk hingga rata kemudian tuang disisa adonan.
  3. Siapkan loyang ukuran 16x16x8 yang sudah diolesi minyak dan dialasi plastik.
  4. Kukus selapis demi selapis hingga habis, setiap akan menimpa lapisan selanjutnya perhatikan permukaan lapisan sebelumnya harus sudah set, agar tidak tercampur adonan putih dan coklat, kira-kira setiap lapis membutuhkan waktu kira-kira 5 menit, dan setelah masuk lapisan terakhir tambahkan waktu 20 menit lagi.
  5. Sebelum dihidangkan buang lapisan yang bersentuhan dengan alas plastik agar terhindar dari reaksi kimia yang timbul akibat pemanasan plastik.
  6. Setelah dingin potong-potong dengan pisau plastik/scrapper plastik
Hasilnya lebih kenyal dari lapis tepung beras, dan terkesan agak sedikit molor, tapi tetep bisa dinikmati dengan cara dikletekin satu-satu, hmmmmm nyam-nyam....



Resep ini bener-bener memuaskan, nanti bakalan coba lagi buat lapis yang berbahan tepung hungkue......doakan sukses ya........

Minggu, 31 Maret 2013

IDFB Challenge #9 Congee atau Porridge

Postingan kali ini dalam rangka meramaikan IDFB Challenge #9 yang bertema congee/porridge atau bubur.
 photo challenge9-1_zps51f26b47.jpg
Lumayan susah juga karena buburnya harus yang gurih terdaftar sebagai warisan nusantara, sempat kepikiran buat bubur menado tapi pasti temen-temen yang dari wilayah timur sudah ngeplot duluan. 

Pas ketemuan dengan teman di Gresik, iseng-iseng nanya apa disini ada bubur khas yang gurih, eh ternyata sang empunya rumah menjawab bubur roomo. Kemudian diskusi lebih serius berlanjut, tentang apa itu bubur roomo, terbuat dari apa, bahan-bahannya apa saja, pakai lauk apa dan masih banyak lagi pertanyaan dari saya yang terlontar begitu lancar. Karena waktu itu kami bertandang malam hari beliau bilang kalau ngga ada yang jual kalau malam, biasanya pagi-pagi, dan itupun terbatas jumlah pedagangnya, yah pupus sudah harapan mencicipi si bubur. 


Sesampainya dirumah, langsung googling tentang bubur roomo, dan keluar beberapa info yang sama dari beberapa source bahkan kata-kata yang tertera didalamnya, jadi sedikit sekali info yang saya dapat. Dari beberapa situs yang muncul, saya cenderung dengan www.kulinerkhasgresik.blogspot.com dan www.portalgresik.com, yang menerangkan kalau bubur roomo penyajiannya dilengkapi dengan nasi atau lontong, sayuran, poya dari kelapa,dan kerupuk rambak. Sedangkan nama roomo sendiri ternyata diambil dari nama sebuah desa disalah satu kecamatan di Gresik.


Selang seminggu dari bertamu, eh bu Emy dan pak Dodik bertandang kerumah sambil membawa oleh-oleh bubur roomo, yeaw alhamdulillah kesampaian makan si bubur. Kesan pertama aneh rasanya, pedas dan syurannya waktu itu kenikir serta diberi poya dari kelapa. Tapi suami suka banget, maklum karena dia penyuka semua yang rasanya gurih hihihi.....
Sekarang saya sudah bisa membayangkan seperti apa sih bubur roomo itu, dan dari www.sajiansedap.com saya memperoleh resepnya, kali ini saya hanya membuat setengah resepnya saja sebab takut ngga habis, berikut resep bubur roomo :


Bahan :  
500 gram nasi putih / saya memakai 4 buah lontong siap makan Sayuran Rebus :
150 gram wortel, diiris korek api, direbus  (saya 100 gr)
1 ikat bayam, direbus (saya ganti kangkung 1/2 ikat)
100 gram taoge, diseduh (saya ganti kenikir 1 ikat)
(biar sama dengan yang diberi teman) Roomo :
1.000 ml santan dari 1 butir kelapa (saya 500 ml dari 1/2 butir kelapa)
100 gram tepung beras (saya 50 gr tepung beras)
1 sendok teh garam (saya 1/2 sdt saja)
1 sendok makan gula pasir
2 sendok makan minyak untuk menumis
1 bungkus kerupuk rambak untuk penyajian
Bumbu Halus:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah cabai merah besar (saya 2 buah saja)
3 buah cabai merah keriting
1 sendok teh terasi (saya 1/2 sdt saja)
Cara membuat:
  1. Roomo, larutkan tepung beras di dalam 100 ml santan (dari 500 ml). Sisihkan.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus dan daun salam sampai harum. Tuang sisa santan sambil diaduk perlahan sampai mendidih.
  3. Tambahkan larutan tepung  beras. Aduk sampai meletup-letup.
  4. Tata nasi, letakkan sayuran. Tuang bubur tepung beras di atasnya beri taburan poya (ini seperti yang dibelikan teman)
  5. Sajikan bersama remasan kerupuk rambak.
Untuk 4 porsi
 
Komentar dari adik serta suami katanya enak kok, mak nyus dan delicious......tapi saya cuma cicip sedikit saja, maklum saya kebalikan suami sukanya yang manis-manis.
Selamat mencoba.

Rabu, 30 Januari 2013

Rujak Tutul ( IDFB Challenge ke-8 )

Dalam rangka meramaikan IDFB Challenge yang ke-8 dengan tema rujak, maka terpikir makanan yang selalu saya makan waktu kecil dan dimakannya pun pas selesai sholat tarawih, anehnya makanan ini hanya muncul pada waktu bulan ramadhan saja dan makanan itu adalah rujak tutul (yang cara makannya ditutul) dan buahnya hanya krai dan mentimun. Benar-benar sangat simple tapi saya suka banget.

 

 Setelah kuliah saya terpaksa melalui masa-masa manis pedes sirujak tutul di Surabaya, dan itupun tak sama karena saya buat sendiri. Tentunya setelah nanya resepnya pada si ibu penjual rujak tutul di desa.



Berikut resepnya :

Bahan :
1 buah mentimun kupas belah 4
1 buah krai kupas belah 4
1-2 buah cabe rawit
25 gr gula jawa
1 sdt petis udang
1/4 sdt garam
1/4 sdt terasi udang
asam jawa yang sudah matang secukupnya

Cara membuat :
  1. Uleg cabe, gula jawa, petis, garam, terasi, dan asam jawa sampai halus
  2. Hidangkan dengan buah mentimun dan krai dan cara maemnya tinggal ditutul-tutul ke sambelnya
So simple tapi sangat berkesan kalo maemnya pas selesai sholat tarawih pas bulan puasa ramadhan, dan anehnya saya ngga pernah sakit perut lho, beneran....ngga percaya ..... yuk cobain deh


Senin, 19 November 2012

Indonesian Curry/Gulai (IDFB Challenge Chapter 7)

Beberapa lama ngga nengok fb eh ternyata dah muncul challenge idfb yang ke-7. Walah menunya gulai/gule atau boleh juga kari/kare, susah juga nih secara di rumah ada dua krucil yang ngga doyan sayur bersantan jadi jarang banget buat seperti ini. 

http://i1061.photobucket.com/albums/t471/idfoodblogger/Logo%20Challenge/challenge7-3_zpsa18f3947.jpg

Akhirnya pagi-pagi diputuskan untuk belanja dan buat yg paling simple diantara banyak resep yang bersliweran yaitu menu nusantara dari majalah sedap sekejap edisi 5/V/2004 gulai sayur ala Padang.
Kesannya gurih, agak pedes karena saya pake cabe rawit bukan cabe merah besar seperti di resep, suami suka karena sudah lama saya tidak masak yang beginian.
Menurut saya paling cocok disantap dengan ketupat ataupun lontong, karena hanya ada kami berdua penikmatnya maka di foto bentar upload di Whats App dengan harapan banyak temen yang datang untuk ikut serta menikmati karena kolesterolnya itu lho yang ngga nahan.


Berikut saya ketik ulang resepnya ya :

GULAI SAYUR ala PADANG

Bahan :
300 gr daging tetelan, direbus dalam 1 ltr air
10 lonjor kacang panjang, dipotong-dipotong
6 lembar kol, dipotong-potong (saya ngga pake)
500 gr nangka, dipotong-potong
1 batang serai, dimemarkan
4 lembar daun jeruk
daun kunyit (saya ngga pake sebab ngga ada)
750 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdm garam
2 buah asam kandis (saya ngga pake karena ngga ada)
1 sdt gula pasir (saya ngga pake)

Bumbu Halus :
15 btr bawang merah
5 siung bawang putih
6 buah cabe merah (saya ganti dengan 15 buah cabe rawit)
1 sdt ketumbar sangrai
2 cm jahe
1 cm lengkuas

Cara Membuat :
1. Ukur air rebusan tetelan. Tambahkan air hingga menjadi 1.750 ml
2. Rebus kembali bersama tetelan rebus, bumbu halus (tadi saya tumis dulu takut langu), nangka (tadi juga saya rebus dulu hingga lunak lalu tiriskan), serai, daun jeruk dan daun kunyit hingga mendidih. Masukkan garam dan gula pasir.
3. Masukkan kacang panjang dan kol, biarkan setengah matang.
4. Tuang santan lalu masak sambil diaduk hingga bumbu meresap. Menjelang diangkat tambahkan asam kandis, biarkan sebentar lalu angkat.
5. Gulai sayur ala padang siap dinikmati untuk 10 porsi

Demikian yang bisa saya laporkan dari Surabaya yang super puanas walau udah hujan semalam, semoga bermanfaat.

Senin, 17 September 2012

Indonesian Festive Rice (IDFB Challenge Chapter 6)

Dalam rangka meramaikan IDFB Challenge Chapter 6 tetapi ini yang pertama saya ikuti, sehingga semangat banget mencari sumber referensi tentang tumpeng. Dan yang menjadi acuan saya adalah
1. Buku Aneka Kreasi Tumpeng yang dikarang oleh ibu Sufi S.Y terbitan PT. Gramedia
2. Ibu Astuti beliau adalah ibu saya
3. Ibu Roichana beliau adalah sesepuh di RT saya
4. Ibu Hj Fathona beliau adalah super sesepuh di tempat tinggal saya yang notabene merupakan ibunda dari ibu Roichana.



Tumpeng merupakan sajian khas Indonesia, yang penuh makna dan tidak ada sajian lain yang dapat menggantikannya. Tumpeng biasanya dikaitkan dengan upacara adat, baik yang bersifat keagamaan, alur kehidupan maupun peristiwa penting dalam kehidupan. Baik itu upacara adat dalam masyarakat Sunda, Jawa, Madura dan Bali pada umumnya. Upacara adat yang umumnya berkaitan dengan alur kehidupan manusia seperti kehamilan, kelahiran, perkawinan dan kematian. Kadang juga berkaitan dengan syukuran atas kemenangan atau keselamatan yang didapat. Bentuk dan peruntukan tumpeng untuk upacara adat memang ada bermacam-macam, dengan pembuatan dan penyajian yang mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan sesuai acara yang akan diselenggarakan.


MAKNA TUMPENG

Begitu banyak makna yang terkandung dibalik tumpeng hingga mampu menjadikan tumpeng sebagai symbol dari ekosistem kehidupan. Kerucut nasi yang menjulang tinggi merupakan perlambang dari keagungan Tuhan Sang Maha Pencipta alam dan seluruh isinya. Sedangkan sayuran dan lauk pauk penyertanya merupakan lambang alam dengan segala isinya. Makanan pelengkap tumpeng harus memenuhi syarat, berasal dari dalam tanah (ditanam) seperti sayuran, lauk dari gunung misalnya ayam, dan lauk dari laut contohnya ikan. Sedangkan sayuran yang harus ada bersama tumpeng adalah kacang panjang, bayam dan kangkung. kacang panjang melambangkan umur panjang, bayam menjadi simbol ketentraman, dan kangkung adalah satu-satunya tumbuhan merambat yang tangkainya tidak berisi, ini melambangkan manusia yang awalnya tidak mempunyai apa-apa, tetapi akhirnya tumbuh dan berketurunan. Salah satu yang saya ingat betul dari wejangan mbah saya, bahwa jika kita buat tumpeng jangan lupa sertakan selalu lodeh kluwih karena ini melambangkan pengharapan rejeki yang luwih (bhs jawa) yang artinya berlimpah, ayam ingkung (ayam panggang yang utuh) melambangkan kegotong royongan, telur rebus merupakan symbol kebulatan tekad. 
Warna putih pada nasi tumpeng putih melambangkan kesucian, sedang warna kuning pada tumpeng kuning mengandung arti kekayaan dan moral yang luhur. Ujung tumpeng yang kerucut dipotong oleh orang yang dituakan atau yang dihormati. Setelah itu ada baiknya sebelum disantap bersama, yang punya hajat membelah tumpeng yang sudah dipotong ujungnya hingga tiga perempat bagian kebawah. Ini merupakan symbol ia ingin membagi rejeki kepada semua yang hadir. Setelah itu barulah nasi tumpeng tersebut bias dinikmati bersama, hal ini menggambarkan kebersamaan dan kegotongroyongan dalam mencapai tujuan bersama.

JENIS TUMPENG

Jika dikaitkan dengan upacara adat, ada bermacam-macam jenis tumpeng. Ada tumpeng tolak bala, perkawinan, selamatan tujuh bulanan, kelahiran, kematian, pindah rumah ( boyong ), khitanan (sunatan), peringatan hari lahir (weton) dan sebagainya. 
Tumpeng tolak bala disajikan pada acara selamatan kelahiran, ulang tahun, khitanan dan syukuran.Tumpeng robyong merupakan salah satu jenis tumpeng yang digunakan pada saat upacara siraman pada perkawinan adat jawa. Sedangkan tumpeng pungkur untuk upacara kematian pria atau wanita lajang atau belum menikah. Dan tumpeng nujuh bulan merupakan tumpeng unik dengan satu nasi putih berbentuk kerucut besar dan disekelilingnya terdapat inthuk-inthuk yaitu enam kerucut kecil nasi putih yang merupakan perlambang upacara selamatan usia kandungan tujuh bulan.

PERUBAHAN TUMPENG
Aslinya tumpeng selalu berwarna putih. Tapi sekarang tumpeng sudah mengalami banyak perubahan, sehingga sering dibuat kuning. Penyajiannya pun tidak hanya untuk upacara adat, dalam acara syukuran atau ulang tahun, tumpeng nasi kuning sering muncul.
Lauk pauk dalam tumpeng yang kini pun sudah mengalami perubahan disesuaikan denga selera yang membuat. Karenanya sekarang banyak dijumpai tumpeng berlauk udang goreng tepung atau rolade daging. Untuk pesta ulang tahun anak lauknyapun disesuaikan selera anak-anak, seperti nugget atau telur hias.
Bentuk dan penyajiannya juga sudah  mengalami modifikasi disesuaikan dengan tujuan tumpeng dibuat. Ada tumpeng yang dibuat bertingkat seperti kue pengantin,




WADAH TUMPENG 

Tumpeng biasanya ditaruh dalam tampah atau nyiru (wadah bundar datar dari anyaman bambu). Sedangkan tumpeng masa kini menggunakan multipleks berlapis styrofoam, sehingga bentuknya pun dapat beraneka ragam seperti bundar, segiempat, segitiga bahkan oval. Kemudian dialasi daun pisang dan hias pinggirannya sesuai selera.

RESEP NASI TUMPENG

Nasi tumpeng putih

Bahan :

2 liter beras (pilih kualitas baik)
600 cc air

Cara membuat :

1. Kukus beras sampai setengah matang atau butiran berasnya lengket satu sama lain. Angkat
2. Didihkan air, masukkan beras setengah matang (aron), aduk rata. Angkat, biarkan 30 menit
3. Kukus lagi beras aron kurang lebih 90 menit. Angkat, panas-panas cetak

Nasi tumpeng kuning

Bahan :

2 liter beras (kualitas baik)
750 cc santan dari 1 butir kelapa
4 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 ruas ibu jari jahe, memarkan
4 sdm air perasan kunyit
garam secukupnya

Cara membuat :

1. Cuci beras, tiriskan. Beri 2 sdm perasan kunyit, aduk rata. Diamkan 30 menit
2. Kukus beras kuning sampai setengah matang kurang lebih 45 menit. Angkat
3. Sementara itu masak santan bersama daun jeruk, serai dan jahe. Beri garam dan 2 sdm air perasan kunyit. Masukkan aron kedalam santan sampai meresap dalam beras.
4. Kukus lagi sampai matang selama kurang lebih 90 menit. Angkat, panas-panas cetak.
So dengan melihat sekelumit info tentang makna yang terkandung dalam keragaman adat yang kita punyai maka patutlah kiranya kita lestarikan dan tak sudi rasanya jika sampai ini juga akan diakui sebagai warisan budaya oleh negara lain bukan.

Untuk para pendukung yang ada dibalik tumpeng antara lain :